Bukannya Sombong, tetapi Memang Sombong

  • Bagikan

Sombong adalah sifat iblis,karenanya ketika ia diperintah hormat pada nabi adam, dia menolak lalu dengan gampangnya berkata“aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari Tanah”.

Sombong memang akan sangat sulit berujung kesudahan, terlebih jika hal tersebut sudah mejadi kebiasaan, karenanya dalam keadaan apapun akan begitu gampang terlontarkan, semisal contoh yang sering di tamtsilkan oleh syaikhina KH.Ach Romli Fakhri,“bhenni keng sombong keng mun karo ajuah adhek  pa apanah”  [bukannya sombong, tapi kalau cuma dia tidak ada apa-apanya].

Bukankah kata seperti ini adalah kata-kata untuk menyombongkan diri, merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain, sudah jelas-jelas menyombongkan diri, tapi masih saja berkata “benni keng sombong”. Beginilah jadinya jika sudah terbiasa dengan kesombombongan, sulit untuk mengontrol kata-kata yang keluar, jika sudah seperti ini apa iya mau dikatakan sebagai pengikut iblis, yang pasti siapapun tidak akan mau itu terjadi, oleh karena itulah bagaimanapun caranya jauhi sifat sombong. Dalam al-qur’an  pelarangan tentang sombong tersebut sangat terpampang jelas,

ولا تصعر خدك للناس ولا تمش فى الأرض مرحا ان الله لا يحب كل مختال فخور

 “dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia [karena sombong] dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.[QS;luqman;18].

“Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong” itulah yang senatiasa harus di fikirkan. Selain dalam Al-qur’an, dalam haditspun juga tidak jauh berbeda, “Allah swt berfirman,kemuliaan adalah sarung-Ku, dan kesombongan adalah selendang-Ku, maka siapapun yang merebutnya dari-Ku, niscaya Aku akan mengadzabnya“.[HR. Muslim].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.