TALI PENGIKAT SANTRI DAN GURU

  • Bagikan

Manusia tidak akan terlepas dengan yang namanya seorang guru ketika berada di suatu bidang, yaitu bidang keilmuan, karena beliau adalah pembina yang sangat berpengaruh dalam bidang keilmuan, yang terkadang kita sering dituntut untuk bersama beliau agar bisa mendapatkan ilmu. Yang mana hal yang demikian memerlukan etika khusus ketika kita bersama guru tersebut, baik cara pandang kita, ketika duduk, dan ketika berjalan bersama beliau.
Etika yang baik merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ridha dari seorang guru, yang mana ridha guru merupakan ridha Allah SWT jua. Jadi sudah sepantasnya bagi seorang murid mengetahui macam – macam adab terhadap seorang guru. Berikut diantara etika yang baik pada guru.
• Ketika dipanggil seorang guru.
Ketika dipanggil seorang guru kita harus cepat-cepat menghampirinya, jangan sampai membuatnya menunggu lebih-lebih tidak menghampirinya. Karena sikap seperti ini merupakan etika yang tidak baik yang kesannya seakan-akan tidak menghargai guru tersebut, kita harus mendahulukan kepentingannya dari pada kepentingan kita sendiri, sebab hal ini merupakan bentuk etika pada guru yang berujung pada ridhanya.
• Ketika ingin menghampiri seorang guru
Disaat ingin menghampiri seorang guru kita harus tahu situasi dan kondisi yang dialaminya.
Jangan sampai ketika kita menghampiri beliau ternyata beliau dalam keadaan yang kurang baik, misalnya, ketika guru sedang capek, lelah , atau sedang sumpek, kita malah ingin berdiskusi dengan beliau maka hal itu akan memancing kemarahannya yang sehingga bukan barokah lagi yang kita dapatkan tapi malah murkanya.
Maka dari itu kita harus sebisa mungkin mengetahui situasi dan kondisi yang dialaminya agar kita senantiasa mendapatkan barokah dari beliau karena kita mengagungkannya.
مَنْ لَا يَعْتَقِدُ جَلَالَةَ اُسْتَاذِهِ لَايفْلَحُ
“Barang siapa yang tidak menyakini keagungan Gurunya maka dia tidak akan beruntung.”
(Adabu al- Alim Wal Mutaallim Hal 30.)
لَا يَنَالُ الْعِلْمَ اِلَّا بِالتَّوَاضُعِ وَإِلْقَاءِ السَّمْعِ
“Ilmu tidak akan diperoleh terkecuali dengan sikap tawadu’ pada guru dan mendengarkan perkataannya.”
(Ihya ulumuddin Juz 1 Hal 50)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.