Fikih  

NASIB ANAK PIATU DI BULAN MUHARRAM

Agama islam sangat memperhatinkan para yatim piatu, bahkan dalam memenuhi hak-hak mereka apalagi dibulan Muharram. Sehingga mereka diposisikan sebagai kerabat dekat.

     Sebagaimana penjelasan dalam Tafsir ar-Razi, disebabkan mereka anak yatim masih sangat bocah, sehingga mereka tidak kuasa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari bahkan tidak jarang dipandang sebelah mata, kehidupan mereka sangatlah sengsara tanpa ada yang memperdulikan. Sebab kerenanya menanggung kebutuhan dan menyayangi mereka sangatlah berat, sehingga siapa yang bersedia dalam memenuhi kesahariannya, pantas mendapatkan derajat yang agung.

     Nah, dari sini begitu banyak kesulitan yang di permasalahkan dikalangan masyarakat, dalam menentukan status yatim yang akan mendapatkan santunan, lantas seperti apa yatim itu.

   Definisi yatim diberbagai literatur kitab fiqih dan syarah hadis, adalah kurang lebihnya sebagai berikut,

واليتيم من مات أبوه قبل بلوغه

   “Anak yatim adalah orang yang ditinggal mati ayahnya sebelum dia baligh”. (Mughnil Muhtaj 3/78).

     Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya, piatu adalah anak yang ditinggal mati ibunya. Sedangkan yatim piatu adalah anak yang ditinggal mati ayah dan ibunya. Dengan defenisi yang cukup detail ini, sering kita jumpai saat acara santunan untuk para yatama, juga diisi anak-anak yang hanya di tinggal mati ibunya, padahal orang tua laki-laki anak itu masih ada, dengan artian, anak itu masih mempunyai orang tua yang masih bisa menanggung hak-hak anak itu dari segi nafkah dan segala kebutuhannya.

   Apakah piatu masuk pada daftar anak yatim yang dapat disantuni padahal diberbagai literatur kitab al-Quran, hadis maupun maqalah ulama, didalamnya hanya disebutkan pasal yatim, tidak ada yang menjelaskan piatu?

   Ternyata dalam hal ini sebagian ulama juga mempermasalahkannya, sehingga menghasilkan perkhilafan dalam menanggapinya.

   Pertama, menurut Qaul Azhar, definsi yatim adalah orang yang ditinggal mati ayahnya sebelum dia baligh, pendapat ini didukung oleh mayoritas ulama, tanpa ada sedikitpun perkhilafan, dan pendapat ini paling kuat untuk diikuti.

   Sedangkan pendapat kedua, adalah Qaul Muqabilul-Azhar. Qaul ini berpendapat bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh salah satu dari ayah dan ibunya, pendapat ini dibenarkan oleh Imam Abu ‘Abdillah az- Zarkasyi dalam kitabnya al-Mantsur fil-Qawa’id (3/363), dan Imam Ibnu Abi Hurairah. Meski pendapat ini tidak terlalu kuat, tapi pendapat ini boleh untuk diikuti.

المشهور أنه الصغير الذى لا أب له وأن اليتيم في الدمي بموت الاباء وفى البهاءم بموت الأمهات قال الماوردي لأن البهيمة تنسب إلى أمها فكان بموت الأم يتمها والادمي ينسب إلى أبيه فكان يتمه بموت الأب وقال ابن أبى هريرة في كتاب الحجر من تعلقيه اليتيملامن ال أب له ولا شام بلا خلاف وكذلك من لا أب له يلزمه قولا واحدا فأما إذا لم يكن له أم وكان له أب فعلى وجهين أحدهما أنه يتيم وهو على القول الذى يقول أن الأم تلى أمر ابنها. انتهى

   “Menurut pendapat yang masyhur, anak yatim adalah anak yang di tinggal mati ayahnya. Di kalangan anak Adam, anak yatim sebab ditinggalkan ayahnya. Sedangkan di kalangan binatang, yatim adala hewan yang di tinggalkan mati induknya. Imam mawardi berkata: Anak Adam dinisbatkan kepada ayahnya, sehingga anak Adam akan dikatakan yatim bila ditinggalkan ayahnya. Sedangkan binatang dinisbatkan kepada induk betinanya, sehingga akan dikatakan yatim bila ditinggal induk betinanya. Imam Ibnu abi Hurairah berkata di dalam kitab al-Hajar, Yatim adalah anak yang di tinggal mati ayahnya dan ibunya tanpa adanya perkhilafan. Begitu juga anak yang ditinggal mati ayahnya juga pasti disebut yatim. Sedangkan anak yang ditinggal mati ibunya saja  maka ada dua pendapat. Salah satu pendapat mengatakan bahwa anak itu disebut yatim, menurut ulama yang mengatakan bahwa ibu adalah orang yang juga mengurus urusan hak-hak anak.”

   Dari sini dapat disimpulkan, bahwa memasukan anak piatu ke dalam daftar anak yatim yang mendapatkan santunan adalah diperbolehkan. Karena masih ada ulama yang mengatakan bahwa anak yang ditinggalkan mati oleh ibunya saja juga disebut yatim. Sehingga hal itu tidak menyalahi berbagai literatur yang sudah ada.

M. Jazuli

Santri Aktif PP. Nurul Ulum Tagrinih timur

Respon (34)

  1. My cousin recommended this website to me, however I’m not sure if he wrote this post because no one else has such in-depth knowledge of my problems. You are amazing, thanks.

  2. There are definitely a number of particulars like that to take into consideration. That could be a nice point to carry up. I provide the ideas above as basic inspiration but clearly there are questions like the one you bring up where a very powerful factor shall be working in sincere good faith. I don?t know if best practices have emerged around issues like that, but I’m positive that your job is clearly recognized as a good game. Each girls and boys feel the affect of just a second’s pleasure, for the remainder of their lives.

  3. Thank you for all of your efforts on this site. Kate loves going through research and it is easy to see why. We all learn all about the lively medium you make very useful techniques through your web site and cause response from visitors on that point then our simple princess is now studying a great deal. Take advantage of the remaining portion of the year. You’re the one doing a good job.

  4. I am usually to running a blog and i really admire your content. The article has really peaks my interest. I am going to bookmark your site and hold checking for brand spanking new information.

  5. You appear to be able to read my thoughts. It’s as though you authored the book on this subject or something. You seem to know so much about it. I think a few graphics could help to emphasise the point a little bit more, but other than that, this is a terrific blog, and I will surely be back.

  6. I loved even more than you will get done right here. The picture is nice, and your writing is stylish, but you seem to be rushing through it, and I think you should give it again soon. I’ll probably do that again and again if you protect this hike.

  7. I wanted to express how amazing your post is. I could tell you are an authority on this subject because of how obvious it is. If everything is up to you, I would want to follow your feed so I can be informed when you publish new content. Many thanks, and keep up the fantastic work.

  8. I do trust all the ideas youve presented in your post They are really convincing and will definitely work Nonetheless the posts are too short for newbies May just you please lengthen them a bit from next time Thank you for the post

  9. I must say that I really enjoyed reading your blog articles, even though there was an aesthetically pleasing piece of the stuff I recently came across. However, I’ll be subscribing to your updates, and I do hope to receive them promptly each time.

  10. Fantastic website you have here but I was curious if you knew of any community forums that cover the same topics talked about in this article? I’d really like to be a part of online community where I can get feedback from other knowledgeable individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Thanks!

  11. I haven’t checked in here for some time since I thought it was getting boring, but the last several posts are good quality so I guess I’ll add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend 🙂

  12. Hello there, just became aware of your blog through Google, and found that it is really informative. I am gonna watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future. A lot of people will be benefited from your writing. Cheers!

  13. Its like you read my mind! You seem to understand a lot about this, such as you wrote the guide in it or something. I believe that you could do with some to drive the message house a bit, however other than that, this is excellent blog. An excellent read. I’ll certainly be back.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *