MANUSIA VS MALAIKAT

  • Bagikan

Malaikat adalah jisim halus yang diciptakan dari cahaya, tidak makan dan tidak minum layaknya manusia umum. Sementara manusia hanyalah makhluk yang awal mulanya dari hal yang hina (mani) kemudian menjadi segumpal darah hingga terbentuk seperti manusia.
Nah, perbedaan keduanya jelas sudah berbeda, malaikat lebih mulia dalam segi penciptaannya, sementara manusia hanyalah diciptakan dari sperma saja (mani).

Tapi bagaimana aplikasinya, terkait peringkat (ke muliaan) antara Malaikat dengan manusia menurut agama?
Memang dalam segi penciptaannya malaikat lebih baik, namun kalau di pandang dari segi rutbahnya (tingkatannya) atau keutamannaya dari kedua makhluk Allah, itu masih belum maklum di kalangan kita. Bahkan para Ulama masih tidak jelas dalam menentukannya bila dalam fase antara awam-nya malaikat dan awam-nya basyara. Ada yang berkomentar manusialah yang lebih mulia.

Ada yang berpendapat sebaliknya, tapi alangkah baiknya kita sukut saja. Antara manusia vs malaikat; Syaikh Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitabnya Nurudz al-Dzalamnya berkata;
ان الانبياء والمرسلين افضل من الملائكة فأفضلهم سيدنا محمد فيليه سيدنا إبراهيم فسيدنا موسى فسيدنا عيسى فسيدنا نوح وهؤلاء أولو العزم اي الصبر
“sesungguhnya para Nabi dan para Rasul lebih utama dibanding para malaikat. Urutan kemuliaannya ialah, Nabi Muhammad kemudian Nabi Ibrahim, Nabi musa, Nabi isa, NAbi Nuh. Itu termasuk golongan para Ulul al-Azmi yakni orang-orang yang paling sabar”.

Redaksi selanjutnya adalah tentang ulama yang masih khilaf dalam menentukan mana yang lebih unggul antara awamul malak dan awamul basyar.

ان الله إختار أصحابى على العالمين سوى النبيين والمرسلين ثم عوام الملائكة ثم عوام البشر هكذا قال بعض العلماء, لكن قال تاجدالدين السبكى ليس تفضيل البشر على الملك مما يجب إعتقاده ويضر الجهل به والسلامة فى السكوت عن هذه المسألة والدخول فى التفضيل بين هذين الصنفين الكريمين على الله تعلى من غير دليل قاطع فى خطر عظيم.

Artinya: “sesungguhnya Allah memilih seluruh sahabatku di muka bumi ini untuk dijadikan yang paling mulia selain para Nabi dan Rasul. Kemudian menurut sebagian ulama ialah para awamnya malaikat (yang lebih utama), kemudian para awamnya manusia.

Tapi menurut Imam Tajuddin as-Subki (manusia yang lebih utama atau mulia) tapi tidak di perbolehkan manusia lebih di unggulkan di banding malaikat, untuk di jadikan keyakinan. Orang yang bodoh tentang itu akan celaka, alangkah baiknya kita sukut, agar selamat dari masalah ini. Masalah mengunggulkan antara ke-dua golongan yang sama mulia ini, itu masalah Tuhan, tak ada dalil yang pasti di buku yang mulia”

jadi, itulah tanggapan Ulama antara manusia dengan malaikat. Mungkin sudah mafhum, mana yang lebih unggul dan mana yang lebih mulia dalam pangkatnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.