Faidah Salat Berjemaah

  • Bagikan

Sudah kita ketahui bersama bahwasanya diantara kebiasaan santri adalah shalat berjamaah. Disetiap waktunya bahkan saking melekatnya, kebiasaan tersebut merasa tidak nyaman untuk ditinggalkan. Bukan hanya dikalangan santri saja, di kalangan masyarakatpun juga banyak yang melakukan shalat dengan cara berjamaah. Disamping shalat berjamaah memang sangat dianjurkan karena shalat berjemaah adalah tuntunan dari Nabi Muhammad SAW. Shalat dengan cara berjemaah juga akan menambah kesemangatan kita dalam melakukannya. Karena biasanya orang yang melakukan pekerjaan sendiri cenderung merasakan malas sehingga enggan melakukan pekerjaannya, tapi ketika dikerjakan dengan bersama-sama rasa malas itu akan berkurang.

 Memahami shalat berjamaah, shalat berjamaah adalah terhubungnya antara shalat imam dan shalat ma’mum. Maka dari itu, cukup dengan adanya imam dan ma’mum maka jadilah shalat kita shalat berjama’ah. Adapun hukum dari pada shalat berjemaah adalah  sunnah muakkad menurut imam Rofi’I, dan fardhu kifayah menuurut imam Nawawi, untuk dikatakan shalat berjemaah (dianggap mendapatkan fadilah shalat berjamaah ) seorang ma’mum masuk dalam shalat selagi imam tidak mengucapkan salam yang pertama, sekalipun ma’mum itu belum sempat duduk bersama imamnya. Tentunya sholat dengan cara berjamaah itu lebih utama dari pada shalat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Bajuri

ان صلاة الجماعة تزيد على صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة

 “ Bahwasanya shalat berjama’ah dapat membandingi dua puluh tujuh shalat sendirian”.                           

Jadi sangatlah disayangkan jika ada kesempatan untuk melakukan shalat berjamaah malah ditinggalkan dan lebih memilh untuk shalat sendirian. Adapun tempat pelaksanaan shalat berjamaah bisa dilakukan dimana saja akan tetapi jika shalat fardho maka lebih baik dikerjakan di masjid. Sebagaimana diterangkan dalam kitab yang sama.

فان افضل الصلاة صلاة المرء في بيته الا المكتوبة   

“ Maka lebih utamanya shalat yaitu sholat seseorang yang di kerjakan di rumah nya kecuali shalat yang di fardhuhkan”.

Karena dilaksanakan di masjid itu lebih mulia dan lebih utama semata pula demi memperlihatkan satu kesatuan islam dan kebersamaan ikatan ukhuwah islamiyah. Adapun seorang wanita yang dikhawatirkan akan timbulnya fitnah apabila berjamaah ke masjid, maka lebih utama dikerjakan di rumah atau tempat yang jauh dari perkumpulan. Seperti keterangan yang ada pada kitab Al-Jami’ As-shaghir.

صلوا في بيوتكم ولا تتركوا النوافل فيها

“ Shalatlah kalian semua dirumah kalian dan jangan pernah kalian tinggalkan sholat sunnah didalamnya’’. Kerjakanlah shalat berjamaah selagi kita mampu mengerjakannya karena  shalat jemaah adalah cermin hati kita. jikalau tidak shalat berjamaah berarti kita harus sadar bahwa kita telah berbuat dosa. Selaras dengan keterangan yang ada dalam kitab yang sama.

                                                                فاتت أحدا صلاة الجماعة الا بذنب اصابه  ما

 “ Tidak satu orang pun yang  kan shalat jemaah kecuali dia ada sebuah dosa yang diperbuat”.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.