Dabat Imam Asy’ari vs Syekh Ali al-Juba’i

  • Bagikan

Pada abad ke III H terdengarlah golongan golongan yang mengatas namakan  ahlussunnah waljamaah yang dikepalai oleh imam abu hasan ali al asy’ari dan imam abu Mansur al maturidi. Imam asy’ari sendiri pernah menjadi murid dari ulamak besar muktazilah yaitu syekh abu ali al jabai , tidak jarang murid itu selisih faham dengan gurunya .    konon pada suatu saat ada perdebatan antara kedua ulamak ini .

Asy’ari     : pendapat tuan tentang tiga orang wafat   (a) dewasa wafat keadaan taat (b) dewasa wafat keadaan durhaka (c) seorang anak wafat usia kecil? 

Jubai        : yang taat masuk surga , durhaka masuk neraka , anak-anak tidak masuk surga dan neraka.

Asy’ari     :  bisakah anak kecil masuk surga ?

Jubai        : tidak karna dia belum taat.

Asy’ari     : andaikan anak kecil bertanya ;kenapa tuhan tidak mewafatkan saya ketika dewasa biar masuk surga ?

Jubai        : allah menjawab ; aku sudah tau kau akan durhakaiku sampai dewasa, dari itu lebih baik diwafatkn waktu kecil.

 Asy’ari     : kalau dewasa mati kafir bertanya ; mengapa tuhan tidak mewafatkan saya waktu kecil biar tidak masuk neraka seperti saat ini, apa jawab tuhan?

Jubai        : diam tidak menjawab.

Inilah sebabnya abu hasan keluar dari lingkungan al jubai karna gurunya itu tak sanggup mempertahankan fatwanya bahwa tuhan wajib membuat yang baik atau lebih baik saja setelah itu dalam suatu kesempatan imam asy’ari berpidato di atas mimbar di masjid “saudara-saudara kaum muslimin yang terhormat sekarang saya telah membuang faham muktazilah seperti saya melemparkan baju ini (ketika itu dibukalah bajunya dan dilemparkan )dan saya setiap saat siap untuk menolak muktazilah  yang salah dan sesat itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.