ADAB MASUK MASJID

Jika kita hendak masuk ke masjid, maka dahulukanlah kaki kanan dan apabila hendak keluar dari masjid dahulukanlah kaki kiri. Dan ketika masuk ke masjid ucapkan:
“ya Allah ampunilah dosa dosaku dan bukalah bagiku pintu pintu rahmatmu. Dan ketika hendak keluar dari masjid maka ucapkan:
“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukalah bagiku pintu-pintu karuniamu.
Hikmah menyebut rahmat di waktu masuk dan menyebut karunia di waktu keluar adalah Allah akan memberi rahmat bagi hambanya, dan akan membukakan pintu-pintu rezeki serta dicukupkan sesuai dengan ibadahnya. Dan ketika masuk kedalam masjid, maka janganlah duduk sampai engkau mengerjakan shalat dua rakaat tahiyyatul masjid . Akan tetapi bila engkau memasuki masjidil haram dan hendak melakukan tawaf, maka yang lebih utama adalah engkau memulai dengan tawaf, kemudian engkau niatkan dua rakaat sunnah tawaf serta tahiyyatul masjid sekaligus. Jika engkau berniat sala satunya, maka termasuk pula yang lain, meskipun engkau tidak meniatkannya. Karena tahiyyatrul masjidil haram tidak luput dengan tawaf sebagaimana dinukil oleh al-Wan’iy dari Qosim. Makruh mengerjakan shalat tahiyyatul masjid bila mendapati shalat fardu yang telah diseruhkan iqomah nya dengan kalmat-kalimat yang dikenal. Makruh pula apabila khawatir meninggalkan shalat baik fardu atau sunnah. Adapun ketka ia meyakini ketingglan shlat fardu, maka diharamkan shalat tahiyytaul masjid, namun jika shalatnya berupa nafilah maka hukumnya makruh. Dan ketika masuk kemasjid tanpa melakukan shalat tahiyyatul masjid maka disunnahkan mambaca: “SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAHA ILLALLAH WALLAH HUAKBAR” sebagai pengganti dari shalat tahiyyatul masjid.
Karena keutamaanyan menyamai shalat dua rakaat. Jika engkau belum melakukan shalat dua rakaat fajar di rumah, maka engkau boleh menunaikan nya sebagai pengganti dari shalat sunnah tahiyyatul masjid, karena ia bisa tercapai dengan setiap shalat sunnah maupun wajib. Meskipun engkau tidak meniatkannya. Karena yang dimaksud adalah adanya shalat sebelum duduk dan telah terwujud dengan itu. Di sebutkan dalam kirtab al-Bujairimi. Apabila ia berniat tahiyyatul masjid dengan shalat fardu misalnya. Maka ia mendapatkan phalanya, sesuai ijma para ulama jika tidak diniatkan, maka tidak terwujud sesuai ijma ulama.

M. Anshori

Santri Aktif PP. Nurul Ulum Tagrinih Timur

Respon (3)

  1. Monitoruj telefon z dowolnego miejsca i zobacz, co dzieje się na telefonie docelowym. Będziesz mógł monitorować i przechowywać dzienniki połączeń, wiadomości, działania społecznościowe, obrazy, filmy, WhatsApp i więcej. Monitorowanie w czasie rzeczywistym telefonów, nie jest wymagana wiedza techniczna, nie jest wymagane rootowanie. https://www.mycellspy.com/pl/tutorials/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *