Mengapa Pendidikan Bagi Anak Penting?

  • Bagikan

Terkadang seseorang masih belum sadar juga akan pentingnya pendidikan pada usia dini. Padahal sudah bisa dikatakan ma’lum mind-din bidh-dharurah bahwa seseorang tergantung pada apa yang ditanamkan sejak dini.

Ada sebuah hadis yang sangat menarik dan sangat cocok dengan pembahasan kali ini. Hadis yang artinya, tiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah, hanya saja orang tualah yang menjadikan ia yahudi, nasrani dan majusi.

Nah, karena itulah kita harus menyiapkan pendidikan dan lingkungan yang baik untuk anak, sehingga kefitrahan ia saat terlahir, terjaga sampai dewasa.

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin juga 1, setelah pembahasan Qawaidul Aqaid menjelaskan secara rinci dan rentet tahapan pendidikan anak. Di antaranya, sejak dini anak sudah diakrabkan dengan al-quran, sehingga ia tumbuh dalam lingkungan Islam yang kental.

Namun, ketika tren belajar-mengajar Islam kadang terkesan kuno, banyak anak-anak bahkan merangkap orangtua tidak menyukai pendidikan dengan gaya kuno itu. Maka dari itu, konsep muhafadzah ala qadimis-salih, wal akhdu bil-jadidil aslah muncul. Kaidah itu menawarkan pelestarian kebiasaan baik, tetapi juga tetap upgarade dengan hal baru yang lebih baik.

Dari konsep itu, muncul lembaga yang menerapkannya. Di antaranya ialah Auliya Home Learning 2.0. TK Islam yang satu ini mengajarkan sesuatu yang Islami, tetapi menggunakan sesuatu yang baru. Dalam websitenya, terdapat penjelasan:

“kegiatan pembelajaran dengan menggunakan area-area yang dirancang untuk memotivasi anak melalui interaksi dengan berbagai media, yang disiapkan untuk mengajarkan konsep-konsep yang spesifik bagi anak sehingga memungkinkan anak memanipulasi berbagai objek, terlibat dalam kegiatan bermain, berkomunikasi dan belajar sesuai dengan kecepatan serta kemampuannya.”

Namun, dengan segala keasyikannya, tetaplah tujuan utamanya mengajarkan hal dasar dalam Islam:

“Mengenalkan karakter islami, kegiatan ibadah, bacaan surat, hadits dan doa dengan tujuan untuk melatih kecakapan personal dan kecerdasan spiritual, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, melatih tanggungjawab sebagai makhluk Allah serta menambah wawasan keagamaan,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.