Kajian  

Janji Allah kepada hambanya Di Pesantren

Pesantren ialah sesuatu tempat yang terdapat santri-santri yang bermukim untuk mencari ilmu dan pulang ke rumah masing-masing takkala liburan tiba. Pondok suatu tempat yang fenominal karena didalamnya terdapat fenomena atau hal-hal yang aneh yang selama ini masih diyakini oleh semua orang. Sebab hal tersebut sudah terbukti bahwa orang yang mukim di sana pasti tidak lepas dari dua hal, yakni antara mendapat berokah dan bala` yang semua ini tergantung amal yang dikerjakannya. Namun semua ini fikti-fikti karena terkadang banyak orang yang amalnya baik namun setelah keluar mereka merasa tidak mendapat barokah dan kehidupan penuh dengan kesengsaraan. Entah itu ujian atau mereka benar-benar tidak mendapat barokah. Dan banyak orang yang amalnya di pondok tidak meyakinkan untuk mendapatkan barokah seperti melanggar tatatertib pondok, nakal dsb, mereka justru mendapat kehidupan yang luar biasa tentram, kaya dan bahkan terkadang mempunyai santri yang banyak, inilah pesantren semuanya penuh misteri.

Walhasil pesantren adalah tempat fenumenal yang semuanya tergantung yang mengerjakannya, tapi perlu diketahui bahwa rahmat Allah Swt. Hanyalah dekat pada orang-orang yang baik pekerjaanya dan kita harus meyakini bahwa disana terdapat barokah dan ilmu yang agung. Kita hanya tinggal usaha bagaimana cara untuk mendapatkan sesuatu yang agung tersebut, dengan tawakkal dan ikhlas serta dengan akhlak yang mulia dengan penuh nikmat terhadap guru. Insyaallah kita akan menjadi orang yang mulia dihadapan Allah Swt. Dalam mencari ilmu seorang santri dituntut untuk dalam mencari ilmu, oleh karena itu seorang santri tidak usah repot-repot memikirkan biaya ataupun rizqinya di pondok, sebab rizqi seorang santri sudah ditanggung oleh Allah Swt. Tinggal bagaimana fokus saja untuk mencari ilmu. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw:

\

من طلب العلم تكفّ‍ل الله له برزقه

Artinya: “Barang siapa yang mencari ilmu maka rizqinya akan ditanggung oleh Allah Swt”. Allah Swt. tidak akan mengingkari janjinya untuk menanggung rizqi seorang santri oleh karena itu kita harus yakin tampa ragu-ragu dengan janji Allah Swt, tidak lagi selalu memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan duniawi, kita harus mengaca terhadap rizqi hewan, mereka tidak mempunyai pekerjaan atau bisnis seperti kita namun mereka bisa bertahan hidup lama. Semua ini tidak lepas dari janji Allah Swt dalam Al-Qur`an: Artinya:”Tidak satupun ada hewan di dunia ini terkecuali oleh Allah Swt ditanggung rizqinya”. pantaskah seorang santri kalah pada hewan, santri dikenal kuat dan unik dan mempunyai kereatifitas yang tinggi. Jadi apabila kita selalu memikirkan ekonomi sehingga lupa belajar, kita akui saja bahwa kita kalah pada seekor semut yang tidak mempunyai bisnis atau penghasilan namun bisa bertahan hidup. Walhasil santri harus qona`ah terhadap pemberian tuhan dan harus menerima rizqi yang sudah diberikannya. Bila kita dikirim berarti rizqi dari tuhan memang sekian, jadi kita tidak usah mengeluh lebih-lebih pada orang tua, terima saja apa yang sudah diberikannya jangan hiraukan bagaimana. Selanjutnya tidak ada ceritanya santri kelaparan sampai meninggal di pondok. Semua itu tidak lepas dari janji sang pencipta yang akan menanggung ekonumi seorang santri.

M. Qodir

Santri Aktif PP. Nurul Ulum Tagrinih Timur

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *